Cuan Bisnis Afiliator: "Unlocking Profits with Direct Selling, Marketplaces, and Marketing Channels"

 

Tulisan di waktu senggang. Satu kata untuk Korupsi, lawan! dimana pun tempatnya selama ada proyek bersimbah darah fraud dan penyalahgunaan wewenang, disana pasti ada penipuan. Ada masa dimana saya cukup mencermati, memperhatikan, diam, intensif berkoordinasi lapangan, dan menunggu momentum yang tepat (judgment day) saat penyerangan bersama Tim Hukum dan Auditor. Ini penting sebagai realitas hukum "eye for an eye", mata dibayar mata. Ada sebuah kasus, demi Maleng, banyak orang kehilangan hati mereka sendiri. Perilakunya membuat mengunci posisi mereka tetap berbohong, harus mencuri, menipu, tapi mencari cara narsis/ NPD untuk tetap dihormati. Lucunya diwaktu yang bersamaan, mereka apriori dengan dirinya, tidak percaya atas ucapannya sendiri. Kadang mereka justru terkejut saat orang lain mempercayainya.

Ada sebuah peluang, 50/50 bisa direject bisa diterima, melihat progress pembuktiannya dulu. Kemarin saya diajak FGD dengan 50 Perusahaan Pemasaran mixed Keuangan dibawah jaringan perusahaan Markom terkemuka di Yogyakarta. Cukup menarik dan banyak menawarkan peluang ini dan itu. Potret data, hasil audit, dan trend analisis kedepan juga cukup rijid. Dalam rapat tsb, saya mencermati dimana peluang ruang bisnisnya? Dimana titik kunci peluang keuangan dan investasi yang ditawarkan dengan putaran hasil periodik yang pasti dan jaminan tidak boleh gagal? Kalau gak suka itulah bisnis, kami butuh kepastian. Oh i see, mereka mengejar peluang memanen marketing channel dan marketplace melalui afiliator. Oke oke, mari kita cek ombak, buat trial 3 bulan pembuktian pasar. Lihat hasilnya, baru kemudian dipertimbangkan MOU dengan berbagai bentuk termin. Diinformasikan bahwa banyak masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, remaja muda, influencer, dan berbagai status honorer yang gajinya hanya Rp 400 ribu/ bulan bisa digunakan untuk membeli sejumlah impian mereka. Dari urusan selular, kendaraan bermotor, hingga tanah dan rumah. Hasil penghasilan ini didapatkan dari sebut saja 2 tahun terakhir ini karena ketambahan "mengenal pekerjaan afiliator". Sederhananya, pekerjaan afiliator referensial adalah pekerjaan menjanjikan bisa dimulai tanpa keluar banyak modal. 

Sebelum ke penawaran membuat marketing channel dan marketplace di sektor bisnis saya, pertanyaan2 saya yang muncul biasanya adalah Bagaimana tim bisnis ini memastikan proses bisnis afiliator berjalan dengan baik? Bagaimana cara kerja menjadi Afiliator? Bagaimana tugas mempromosikan produk tanpa keluar uang, cuma modal spill2 barang atau jasa di medsos lalu jual dan untung? Istlah spill2 barang dan membagikan tautan pembeliannya di berbagai medsos inilah yang menjadi "kunci pekerjaan ajaibnya". Tanpa modal, cuma butuh smartphone + kuota internet. 

Kenapa ini menarik? Kenapa mereka harus dengan kita, tidak kepada jaringan lain? Jadi sebetulnya situasi yang memaksa mereka/ para afiliator honorer perempuan, remaja muda, influencer, dst ini "putar otak" mencari cara dapat penghasilan tambahan demi kebutuhannya sehari-hari yang banyak tidak cukup, ketimbang cukup. Akhirnya banyak yang berselancar di Youtube dan search engine dengan kata kunci "Cara menghasilkan uang online". Penawaran mereka adalah membuat marketing channel dan marketplace di sektor bisnis saya "dengan basis afiliator" terbesar di Yogyakarta. Itulah metodenya. Tinggal spill2 barang dan membagikan tautan pembeliannya di berbagai medsos, modalnya cuma butuh smartphone + kuota internet, bisa memanfaatkan hanya dari rumah, tinggal buat ulasan, lalu sematkan link pembelian dalam konten2nya. Terkait dengan desain teknis yang tepat dengan sektor basis bisnis saya, itu bisa diatur di kemudian hari.

Lalu produk2 yang bisa dijual afiliator apa? Bisa apa saja dalam barang atau penawaran jasa bentuk apapun, bisa barang baju, lalu peralatan rumah tangga, rumah, tanah, jasa penawaran sewa, trading, dana kelolaan investasi, dst. Selain dengan cara semacam itu, bisa juga dengan sistem barter nilai. Afiliator biasanya bisa meminta sampel barang atau jasa plus brosur lengkapnya dari kita penjual (market channel maupun marketplace). Bila setuju, mereka pengguna lapak2 kita akan mengirim barang atau jasa sampel tsb. Nah, di point ini saya ditawari "Program Ajisaka Millionaire" dimunculkan di perusahaan saya, dengan pembagian kode refereal setiap kali mengajak satu orang bergabung sebagai afiliator, maka bisa menerima komisi tambahan 20% dari total net-sales selama 3 bulan pertama. Selanjutnya, para Afiliator bisa menerapkan akun Youtube pribadinya, membuat konten tentang afiliator Ajisaka, dari tutorial daftar, lalu megembangkannya untuk cara mendapatkan penghasilan jutaan rupiah perbulan, cara referal 20%, hingga tips cara cepat memperoleh komisi. Video-video ini mampu menuai lebihd ari 100rb penayangan dan monetized. Saya minta bagaimana bukti efek margin persentase di laba rugi dan dampaknya terhadap cashflow perusahaan kami sebagai dampak penerapan afiliasi referensialnya? Walaupun tidak banyak, namun hasilnya cukup oke. 

Testimoni salah satu afiliator yang paling banyak perempuan ini menjelaskan bahwa rata2 sudah memiliki 185 ribu pengikut. Adapun jumlah pelaggan kanal Youtube-nya adalah 339 ribu dan akun Tiktoknya 193ribu lebih pengikut. Dari ketiga platform tsb afiliator tsb sudah menengguk penghasilan tambahan selain Guru TK sudah sangat besar, bahkan lebih dari cukup. Kalau dirupiahkan, sudah bisa mengantongi komisi pasti sebesar 4-5juta perminggu dari Shoope, pernah juga mendapat komisi 20 juta sehari pada momen tanggal kembar. Penghasilan Tiktok sebesar 50ribu perhari, dan Youtube sebesar 8-10 juta perbulan. Kalau ditotal per-bulannya yang checkout sudah bisa sebesar 20-25juta. 

Saya melihat, mungkin salah satu masalah berat mereka saat ini adalah ada ketakutan walaupun penghasilan cukup besar, mereka ragu pekerjaan afiliator ini apakah bisa bertahan dalam jangka menengah dan panjang kedepan apa tidak. Pasalnya, di lapangan ada banyak kendala yang dihadapi misal perubahan peraturan marketplace yang banyak merugikan afiliator lokal, apalagi saat suruh bersaing dengan artis-artis yang ikut terjun dalam dunia afiliator. Dasar inilah mereka meminta kita membangun "semacam wadah bisnis bersama" yang memang betul-betul aman dan win2 solution sama2 untung bagi seluruh pebisnis khususnya potensi afiliator muda progresif saat ini.

Walaupun penawaran ini cukup menarik perlu dibuktikan dulu agar ada "garansi berhasil". Tapi poinnya adalah pentingnya tuntutan untuk perubahan lebih baik, adaptif, dan terus berkembang. Penutup. Saya percaya, usia terlalu ringkas dilewatkan tanpa melakukan perubahan. Seorang Pemimpin itu tidak hanya harus bisa menumbuhkan diri, tapi harus bisa memberikan contoh kongkret berbasis kamar keahlian agar jelas dampak, berkapasitas mensejahterakan umat, dan mampu membangun circle keuangan yang sehat.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi,

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors