Era Spin-Off Dimulai


Saya teringat kata-kata Fidel Castro bahwa sebuah revolusi bukanlah taman mawar, sebuah revolusi adalah pertarungan sampai mati antara masa depan dan masa lalu. Kemaren pas senggang longgar saya diajak di acara MUI, dan mengobrol dengan DSN MUI. Inti yang digaris bawahi adalah regulasi, dukungan infrastruktur, dan kesiapan industri menghadapi era spin-off unit bisnis atau unit usaha. Ya cukup amaze dan kagum saja, di level syariah sudah mulai membicarakan industrialisasinya dalam level keuangan spin-off. Salut. Saya setuju, bahwa momentum ini jangan sampai terlewat. Apalagi di segmen financing/ pembiayaan. 

Kendala yang saya baca adalah dari pertemuan ini tentu perbankan syariah masih berada dalam “tahap awal eksplorasi”, ya, masih melesat di jalur konvensional. Itulah kenapa point diatas saya menyebut perlu dukungan regulasi, dukungan infrastruktur, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, dan kesiapan menghadapi era spin-off. Tujuannya? Agar bisa melaju lebih kencang namun substansial on core syariah, karena kita bicara syariah ya. Konven, tentu biarkan berjalan sesuai jalurnya.

Dan, disitulah saya berharap mengambil peran. Disitulah peluang pasarnya, peluang duitnya. Dibutuhkan standar tinggi dan tingkat reliabilitas tinggi. Apalagi dengan adanya forum-forum banking yang makin marak akhir-akhir ini, saya berharap forum tsb bisa jadi stimulus menjadi pintu masuk bagi lahirnya “terobosan-terobosan” percepatan dalam digitalisasi dan menjaga integritas keuangan. Intine ojo sampek dikorupsi dan pernyalahgunaan wewenang saja. Sempritt hukum, Kejaksaan Agung, KPK, BPK, Kepolisian, PPATK, dan Tim Hukum langsung turun tangan. 

Banyak industri keuangan yang menyimpan peluang luar biasa besar. Apalagi adanya aturan spin-off, pasar keuangan akhirnya bisa menjadi “tulang punggung baru” dalam peta persaingan bisnis nasional.

Saya percaya, dengan dukungan-dukungan diatas perbankan dalam era spin-off akan mumpuni. Saya optimis kita bisa melaju lebih agresif. Karena jujur, sukses di zaman hari ini tidak semata berbicara harga, tetapi solusi. Penutup saya, semua potensi sudah oke namun di level eksekusi berhati-hatilah dalam mempercayai seseorang, karena semua penghianatan datang dilakukan oleh orang-orang penjilat yang tidak berani berkomitmen target hasil dan timeline secara hukum. Kesetiaan dan penghianatan memang pilihan yang melahirkan track record, tapi kesetiaan jelas moral tanggung jawab dan penghianatan bersifat materiel, jelas pidana perdata yang terus akan dikejar.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors