Real Estate Kepincut Teknologi Terkini
Hal yang hebat selalu datang bukan dari zona nyaman. Ini linier dengan semangat sains. Sains hari ini adalah teknologi di masa yang akan datang. Begitulah juga dengan semangat bisnis teknologi sains hari ini.
Saya percaya, membicarakan real estate itu menarik. Real estate identik dengan jawaban “Where”. Karena kehidupan bermula berlangsung dan shodaqollahul adzim ya rumah atau kawasan tsb. Inilah kenapa membuat real estate salah satu pasar yang “tidak mungkin” habis sebagai “papan” menemani “sandang pangan” selama di bumi ini ada manusia. Irisannya dengan “How”, bagaimana kebutuhan itu bisa dipenuhi? Inilah unsur “people’s experience” sangat penting sebagai ruang-fisik dasar dalam pemasaran sekaligus layanan service after sales. Konsumen properti Anda bisa sangat puas dan punya experienced khusus dengan layanan Anda, insyaAllah aman masa depan bisnis.
Untuk upgrade bisnis properti (real estate), kita harus melihat “bangunan itu” tidak hanya dinding dan kabel. Bangunan harus “mampu memfasilitasi” keamanan, efisiensi, keberlanjutan, inovasi, dan teknologi yang menghubungkan penghuninya dengan orang-orang dan zaman hari ini. Tidak hanya proptech (property technology), smarthome smart-real estate, melainkan “presence the future of work”. Harus ada perspektif “menawarkan peluang yang embedded technology”.
Saya sedang mengatur Ajisaka Technologies memposisikan diri bisa ke arah situ. Sehingga bisa work order. Kita harus mengutamakan analisis seperti ini menjawab masa depan. Menjadi futurist sebagai reputasi perusahaan, kualitas kader, dan mentransformasi diri ke “corporate university”. Inilah yang membuat kemoderenan bisnis hari ini goyah dan mulai “kepincut” dengan “adopsi advanced technology” bukan lagi sebagai kebutuhan perusahaan itu, tapi juga untuk para konsumennya dan komunitasnya.
Penutup. Betul, untuk menjawab zaman Ksatria di bisnis protech (property technology) dan teknologi sains itu tidak boleh mengandalkan satu informasi orang lain. Ia harus mencari tahu darimana asal suara data itu dengan cara yang lebih cerdas dan menancap tajam. Saya yakin, teknologi itu diciptakan untuk mempermudah hidup orang lain, "bukan membuatnya" menjadi alat bagi orang lain semakin susah atau tambah tersesat.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar