Inovasi EBAS-SP SMF-BRIS01 (Efek Beragun Aset Syariah)
Sebagaimana menata gaya hidup ala Bethenny Frankel, bahwa makananmu adalah akun bankmu, pilihan makanan yang baik adalah investasi yang baik. Cara pandang saya ini urusan mental ya melihat situasi bisnis growth berlaku dalam bisnis konvensional maupun syariah, yaitu menata langkah growth perusahaan yang relevan dilakukan dengan merubah saving to investment. Bahwa mindset mempercayai menabung dalam bisnis hanyalah berfungsi wait and see yaitu mempertahankan kekayaan saja. Sedangkan cara untuk meningkatkan growth-nya, berinvestasilah.
Hari ini dalam belantika bisnis ekonomi dan keuangan syariah ada kabar menggembirakan tentang EBAS-SP SMF-BRI01, yaitu Efek Beragun Aset Syariah pertama di Indonesia yang sudah dicatatkan di BEI/ Bursa Efek Indonesia. Program EBAS-SP SMF-BRI01 pertama ini diterbitkan senilai Rp 325 miliar. Progress hari ini katanya sudah diserap baik oleh investor ritel bursa, korporasi, berbagai yayasan dana pensiun, bahkan katanya demand-nya sudah oversubscribed sampai di level 126%. Sebuah langkah awal yang tidak mengecewakan.
Semoga animo investor dan para pelaku pasar ini terjaga dengan baik, adanya diversifikasi investasi syariah semacam lebih aman, cepat, dan mudah. Kehadiran EBAS atau Efek Beragun Aset Syariah diharapkan membawa kemaslahatan umat secara menyeluruh dan menjadi Pilihan Instrumen Investasi Syariah yang baru bagi masyarakat pasar modal selain sukuk, saham, dan reksadana. Walaupun jujur bagi saya jelas masih tingginya keraguan di kinerja berikutnya instrument syariah ini. Langkah ini bagus namun belum cukup signifikan dan meyakinkan membangunkan pasar tidur ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang notabene pasar terbesar syariah di dunia.
Semoga EBAS (efek beragun aset syariah) dapat mendukung pengembangan industri halal, menjadi lokomotif pendorong kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di indonesia dan jelas dampak multiplier effect-nya. Sejauh ini, bidikan ekonomi pemerintah pada program ini saya melihat ke arah properti ya, yaitu penerbitan EBAS-SP SMF-BRI01 mendukung program pemerintah Memenuhi Kebutuhan Perumahan bagi masyarakat dengan skema syariah. Kalau kearah sini, jelas ini bisa disebut instrument peluang dan skema inovasi keuangan yang menarik bagi Ajisaka.
Penutup. Bagi saya kalaupun harus gagal itu setidaknya gagal dengan cepat, informasi clear, dan tegas (tidak mblangkon). Daripada berputar-putar, dikiranya angelzone eh ternyata masuk brokenzone, main kode-kodean gak jelas, sok sibuk kemana-mana tapi ending-nya gagal juga. Jadi keputusannya, lebih baik tegas jelas diawal, berani katakan tidak, cut dan segera membentuk progress baru yang lebih relevan. Kita harus tegas, fast respond, punya sikap, dan jujur dengan situasi saat ini.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar