Resulticks, Transformasi Bisnis Ajisaka Agar Bisnis Terbang Tinggi

 


Jangan sia-siakan waktu. Berjuang maju, jangan terganggu dengan suara-suara tidak mutu. Yang membuat kita terus berkembang adalah tujuan-tujuan hidup, bukan ucapan orang lain. Berjuang, sabar, dan ikhlas. Karena kesulitan tunduk pada orang yang berjuang, kesukaran tunduk pada orang yang sabar, dan kekuatan itu mengiringi orang-orang yang ikhlas.

Ada anggapan lama, bahwa: “Transformasi bisnis Ajisaka itu butuh biaya besar, investasi tinggi, harus beli teknologi high cost, berpikir 2x, lebih ribet, dst”. Faktanya? Tidaklah berjalan seperti itu. Transformasi bisnis Ajisaka itu urusan adopsi dan relevansi. Harus membuka pikiran, bahwa transformasi akan terbuka jika kamu mau membuka probabilitas baru, mau mendengarkan gagasan baru. Sikap dungu, maunya hanya mendengarkan yang populer-populer saja, dan tidak open-minded itulah masalah lambatnya transformasi bisnis hari ini.

Impian idealis jangan sampai ditabrakkan dengan sikap tidak open diluar kata ideal, egois, sak karepe dewe bahkan memaksakan kehendak. Parahnya, menganggap diri sebagai sentral kebenaran (pusat putaran kebenaran) yang hanya sekedar “opini” bukan fakta. Itu konyol untuk masa depan bersama perusahaan. Ini hanya akan jadi derasnya sebaran sentimen pribadi, egoisme, kemrungsung, insting cari selamat sendiri-sendiri dan jauh tumbu dari tutup. Transformasi bisnis ideal Ajisaka hanya impian.

Lalu strateginya bagaimana? Strategi transformasi bisnis Ajisaka agar bisa terbang tinggi adalah “input adopsi apapun harus ada kepastian pelanggan closing”. No sales no business, ingat itu. Bisnis khususnya praktik lapangan harus touchpoint mengenai sasaran upselling bahkan crossselling. Kenapa? karena no sales no business Bro! Harus berani menjadi Pioner, jangan takut ditinggal dan jangan takut meninggalkan. Bangun ekosistem saling bantu, tapi jangan lupa fokus juga masa depan, harus ada ambisi jadi market leader. Harus jadi motor dibalik debut.

Strategi bukan lagi bermula dari “inside-out” yang kaku, tapi harus dipaksa dikembangkan ke “outside-in”, yakni perubahan harus memberikan solusi bagi pelanggan, harus ada kepastian closing, menjawab kekhawatiran, kebutuhan, dan ketertarikan. Strategi ikutannya baru disempurnakan dengan customer experience, lalu berkembang meningkatkan value perusahaan. Penguatan dan pengalaman puas menyenangkan perlu untuk meningkatkan kekuatan kita, tapi jangan lupa, misi utama adalah closing (sales), bukan hanya bermimpi marketing. Mindset-nya harus sales and marketing, jadi harus sales first, baru kemudian marketing to enggage end user. Bisnis harus nyambung, jangan sampai bisnis menjadi perjalanan tanpa tujuan. Bahaya.

Potensi harus bisa dijangkau oleh semua masyarakat. Inovasi harus dimainkan, keuangan dan investasi harus digalakkan. Ini people journey, hidup cuma sekali tidak terulang oleh kepemimpinan orang yang sama di 60 tahun kedepan. Harus berani muncul terdepan, tidak hanya mampu memotret barisan juara transformasi bisnis. Harus bisa jadi bagian utama dari itu.

Penutup. Boleh kita kecewa dengan seseorang, boleh kita bingung. Seperti semua pemimpi, saya kecewa dan bingung dengan kebenaran hari ini. Maka temukan kebenaranmu sendiri, jangan bergantung pada orang, bergantunglah hanya pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi,

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors