Menyusun Fondasi Solid Bisnis Properti Ajisaka
Satu hal pembelajaran perjalanan usaha Ajisaka yang saya pelajari, bahwa untuk memulai usaha dibutuhkan keberanian dan nyali yang tinggi. Sedangkan untuk membesarkan usaha ini dibutuhkan tata kelola manajemen yang bagus dan ilmu berbasis kepakaran. Bahan bakar kesuksesannya, kita harus bekerja keras 2/3 x lebih banyak dibandingkan orang lain, karena betul usaha tidak akan membohongi hasil.
Langsung masuk ke substansi fondasi. Jadi pelajaran kami Ajisaka memang harus ada target solid membukukan komitmen laba bersih bagi perusahaan, agar sejalan dengan niat awal dan janji manis potensi kenaikan yang muncul dengan implementasi yang konkret dan nyata di lapangan. Harus dipastikan selalu ada pendapatan yang berulang lebih besar. Apalagi pendapatan berimbang 47% recurring revenue dan 53% development revenue harus jadi dorongan kinerja marketing sales lebih keras lagi hari ini. Ya menjadi semacam motor pertumbuhan.
Selain diatas, Ajisaka perlu melihat ke peluang pasar the hive commercials, ini perlu disiapkan. Ini penting guna menjawab respon pasca pandemic Covid-19. Ajisaka harus melihat bahwa sasaran kini tidak hanya pada produk residential, melainkan jga produk komersial. Kenapa? Karena pandemi telah melahirkan tren baru bekerja dari rumah (WFH), oleh sebab itu pembelian produk atau belanja dari rumah dengan sektor online (digital marketing dan infrastruktur monetized-nya) perlu diperkuat agar punya unsur monopoli di segmennya.
Kalau rame-rame terakhir keputusan Kementrian Keuangan menaikkan pajak 11%? Dengan PPN 11%, apakah Ajisaka tergangu? Saya pikir PPN 11% seharusnya tidak menghambat kebangkitan property ya. Kenapa? Karena kebangkitan ekonomi property tentu lebih disebabkan karena pemulihan ekonomi dan daya beli konsumen, bukan pajak. Agar tidak panik (salah kaprah), itu mindset yang harus dipegang dulu.
Namun kembali, PPN 11% jika tidak ada insentif PPN DTP, kuat kemungkinan akan ada dampak negatif karena pasar property belum pulih sepenuhnya pasca pandemic. Naiknya PPN menjadi 11% merupakan insentif negatif untuk para pemain pengembang properti. Insentif negatif ini karena ketakutannya pada harga-harga material bangunan yang pasti akan naik, belum lagi biaya transportasinya. Jelas ini diakibatkan karena PPN 11%, jelas ini heavy thing.
Apakah ada solusi? Ada. Solusinya yaitu hasil riset Coldwell Banker Commercial menyebutkan bahwa kenaikan tarif PPN katanya tidak akan memberikan guncangan hebat. Dasarnya? Ternyata beban biaya akan jatuh ke individu yang membeli properti, tetapi dampaknya kecil bagi perusahaan. Artinya apa? Justru yang terkena dampak besar adalah pembeli properti, bukan kita para pelaku usaha properti.
Penutup. Harus selalu tenang, terbukti ketika tenang kita bisa berpikir jernih dan ada jalan keluar. Berpikir positif dan mau belajar membuat kita melakukan segala hal lebih baik. Ini adalah pengalaman mengajarkan untuk kuat.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar