Genjot KPR, Manfaatkan Ekosistem Digital
Saya setuju dengan pelajaran bisnis dari Alm. Bob Sadino tentang pentingnya membuka tabir peluang, bahwa untuk membaca peluang setiap kita yang bertemu dengan orang baru, harus selalu kosongkan gelas kita terlebih dahulu. Dengan seperti itu probabilitas akan selalu mudah dipegang. Dengan cara pandang kaku, kita jangan buat peluang bisnis itu mirip seperti angkutan Bus, datang dan pergi. Namun kita harus buat sistem offline online terintegrasi sehingga seasonal customer cenderung bisa teratasi dalam segala suasana pasar.
Perusahaan kita punya Ajisaka
Digital Banking Property (Ajisaka DigibaPro) yang masih harus banyak
belajar dengan pasar, peluang, dan mitra. Tujannya apa? Jelas maksimalisasi
penyaluran KPR agar target serapan perusahaan properti kita tercapai. Terus bagaimana? Strategi dan solusinya ya harus menjangkau ekosistem hilir dengan
digital. Benefit-nya penjualan properti kita bisa tinggi, makin bisa menjangkau
jenis konsumen baru (milenial, pasangan muda dan masyarakat umum lainnya).
Kita harus punya inisiatif, kalau
perlu tingkat penyaluran KPR berkali-lipat dari tahun ke tahun. Caranya? Tajamkan
bidang closing pemasaran atau bisa juga gaet agensi dengan target ribuan merchant
sebanyak mungkin.
Untuk mempercepat penyerapan KPR,
harus juga jeli melihat strategi baru, salah satunya gandeng penyedia ekosistem
digital di garda depan pemasaran. Perusahaan bidang properti (konstruksi,
developer, agensi, dst) harus dirangkul agar kendala bisnis dan catatan
keuangan mereka bisa kita bantu sekaligus solusi buat kita sendiri untuk pembangunan
databased. Manfaat ini apa ya? Jelas pertama urusan penyerapan beres (berjalan
dengan baik). Kedua, pihak tim statistik Ajisaka Digital Banking Property bisa melihat
kinerja mereka (para konsumen perorangan, kontraktor, developer, agensi, dst) dengan
sangat mudah. Ketiga, ini akan jadi yang pertama dari banyak mitra properti yang
ada. Jadi memang harus ada target, misal harus ada target minimal 70% penyaluran kredit properti bisa lewat kanal Ajisaka
Digital Banking Property.
Agar potensi terkunci, antar
pihak strategis harus mengikat diri dalam kerjasama yang saling menguntungkan
semua pihak. Pastikan banyak ratusan dan ribuan merchant yang ingin
mengembangkan usahanya bisa nyambung dengan sistem keuangan kita, bisa
mengakses dana murah kita dengan suku bunga properti yang kompetitif di
lapangan. Dengan seperti ini harapannya urusan
kemudahan konsumen bisa tercapai, membuat mitra dan kita punya kesempatan naik
kelas di Indonesia dan pasar internasional.
Penutup. Kalau bukan diri kita, lalu siapa yang akan memperjuangkan impian kita sendiri? Selagi masih muda kita harus punya ambisi, harus ambisius, dan punya target untuk merekonstruksi kehidupan kita sendiri menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Semangat, no pain no gain jangan mudah kendor.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar