Menjadi The Best CEO

 

Biarkan kamu tidak nyaman dalam kondisi dan waktu ke waktu. Itu akan membantumu tumbuh menjadi sosok yang mandiri. Kalah, diremehkan, sakit, dihianati, kecewa, dst adalah ujian mata pelajaran. Selalu bekerja keraslah, jangan menyerah sekalipun itu tidak menyenangkan. Inilah dunia menjadi CEO, tidak semudah seindah yang dikatakan orang, tantangan dan ujiannya luar biasa.

Namun pelajaran hidup saya setidaknya mengajarkan ada 3 kunci sukses yang bisa menjadi modal kulit (artificial) tapi cukup efektif mengantarkan kesuksesan kita di lapangan, yaitu: (1) diakui (sertified & audited), (2) pelebaran skala bisnis (yang tentu harus diikuti dengan kualitas produk dan SDM), (3) selalu lakukan percepatan dengan inovasi. Kita harus arahkan busur semua progress bisnis dan karir ke-CEO-an ke arah sana.

Memang tantangannya di independensi. Banyak yang tidak berani muncul independen dengan dasar takut ditinggalkan. Harusnya selama benar, sikap itu harus didorong dan didukung agar memacu memicu lahirnya banyak inovasi dan keunikan strategi. Memang semua tergantung pemimpinnya dan pembentukan ekosistem kerja, kalau bisa tentu akan bisa lebih unik, organisasi dan SDM-SDM itu bisa muncul lebih kuat dan independen.

Sebelum ke penutup. Ijinkan saya memberikan gambaran leadership yang harus dipegang kuat seorang CEO. Bahwa seorang CEO itu minimalnya harus punya 4 pegangan dalam organisasi, yaitu: (1) inspire trust, bahwa dia harus membangun kepercayaan atas karyawan di tengah perubahan agar perusahaan yang dia pimpin terus bertahan dan survived. (2) create vision, bahwa pemimpin besar harus punya vision yang jelas, kreasi vision dan tujuan perusahaan harus diperjelas dan spesifik. (3) execute strategy, bahwa dia harus pintar, cermat, jeli dan cerdas mengeksekusi strategi. (4) coach potential, bahwa dia harus menjadi pemimpin yang berfungsi sebagai scavolding dan bridging mengantarkan dan menemukan SDM yang tepat bagi organisasinya.

Cara evaluasinya biar tidak mengsle? Agar balanced (tidak hanya seakan-akan menjajah dari top down). Perlu juga dilakukan penilaian kinerja down up dengan objek CEO. Blind research & interview dan ditulis tanpa nama agar obyektif. Skenarionya, dengan cara 3 lapis manajerial kebawah CEO melakukan penilaian tanpa ditulis nama mereka masing-masing agar obyektif dan silahkan mengkritik sepedas mungkin namun harus dengan solusi lapangan yang konkret.

Ini akan memungkinkan perusahaan dan CEO bisa berbenah dan menyesuaikan diri untuk internal maupun pasar.

Nasehat penutup dari saya adalah selalulah tekun, tetap tenang sekalipun berhadapan dengan situasi yang penuh gejolak. Jangan menyerah, stay progressive!


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi,

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors