Peluang Bisnis Landbank
Bagi saya, hidup itu bukan terus siapa yang terbaik. Melainkan siapa yang mau berusaha konsisten menjadi lebih baik. Tuntutannya jelas kejujuran, target based planning, dan sembodo antara ucapan dengan tindakan.
Masa pandemic ini, perlu kita gunakan sebagai peluang terus menambah portfolio dan momentum curi start. Seleksi DNA sedang terjadi, kita tidak boleh jauh-jauh dari progress dan gerakan sigap tanggap. Salah satu langkah properti yang cukup save, walaupun berduit apa? Menambah cadangan lahan (landbank). Satu sisi sebagai fungsi penyangga proyek, satu sisi sebagai strategi payung proyek sewaktu-waktu di masa yang akan datang. Walaupun, perlu alokasi dana mendukung rencana penambahan lahan dan menambah luas cadangan lahan.
Kenapa harus landbank? Memang serba salah jika ditabrakkan dengan jumlah cash saat ini. Oleh karena itu, pengembangan proyek landbank pun harus menjawab titik-titik lokasi strategis yang ditentukan banyak faktor (tidak asal), mulai dari kebutuhan pasar, perkembangan kawasan, pendanaan, hinga masalah pemilihan waktu (timing) yang tepat. Jadi, fungsi landbank menjadi terarah jelas lebih ke pendukung pengembangan proyek jangka menengah-panjang.
Kembali lagi, kenapa dan kemana memang arah rencana mau dilaksanakan? Ke rumah tapak (landed house) dilengkapi area komersial tersebar di beberapa tempat sentral. Segmen yang ditarget apa? Segmen yang ditarget adalah: (a) perumahan, (b) mixed use & high rise, (c) kawasan industri, (d) properti investasi. Proyek komersial lebih sebagai pelengkap.
Dalam sudut investasi lainnya, landbank itu sebetulnya bisa menjadi bagian dari strategi keberlanjutan (sustainability), dan bahkan cenderung bisa untuk mengirit cost. Kuncinya, keputusan pengadaan aset perusahaan ini dievaluasi dulu apakah berdasar bentuk aset (beli sendiri untuk perusahaan) atau kerjasama operasi KSO. Kenapa? Tindakan pasar ini untuk verifikasi apakah kerjasama KSO saat ini sudah sesuai dengan permintaan pasar atau tidak. Demand inilah yang harusnya menjadi acuan dan semacam titik positioning. Hasilnya, keputusan menjadi ada efektivitas berdasarkan investasi yang terukur di daerah yang dibidik.
Kita harus membuka diri pada setiap peluang ekspansi, baik langsung maupun dengan mitra-mitra strategis (KSO). Dipahami tidak dipahami memang harus kesitu, sebagai jawaban pekerjaan dan tumpuan pendapatan selanjutnya perusahaan. Jadi landbank yang digunakan untuk (a) perumahan, (b) mixed use & high rise, (c) kawasan industri, (d) properti investasi, harus dengan beberapa model produk yang sesuai dengan gaya hidup dan konsep hijau masyarakat.
Penutup. Bisnis ini sebagai wujud memelihara pasar dan tuntutan ekosistem masa depan. Sekaligus, proyek pekerjaan yang digunakan sebagai “bread and butter” bagi perusahaan.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar