Meracik Formula Gaya Style Indonesia Memulihkan Laba, Hilirisasi Industri Batrei


Spirit merangkul dan berkreativitas bersama memang luar biasa ya. Sebuah mitigasi dengan cara kreativitas dan semangat berkarya agar pikiran selalu senang. Sebagaimana dendang kuasa, kita memerlukan sebuah inspirasi agar ada wadah dan kita bisa tumbuh menjadi sosok yang bermanfaat. Maju bersama memaparkan progress dan kemajuan. Ini adalah media bertumbuh dengan karya, karena karya-karya akan selalu membuat kita keluar dari zona nyaman.

Kita berikan apresiasi terhadap seluruh karya yang ada. Termasuk progress mobil listrik dan nikel di Indonesia. Kondisinya ruang otomotif dipenuhi dengan potensi. Titik ini membuat kita senang, namun merasa un-save karena kita tidak tahu mana titik-titk kendalanya,room-roomnya, masalah-masalahnya. Karena jelas kedepan kita butuh solusi strategi yang tepat untuk menggairahkan pasar. Titik objektif ini sebagai amatan selalu ada story behind the data, story inilah yang paling mahal dan penting agar action pasar kita kedepan tidak salah room/ ruang.

Saya melihat ada beberapa potensi, yaitu sbb: (a) Pertama. Di tahun 2020, tren penguatan nikel masih berlanjut. Ditambah lagi Joe Biden terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Apa hubungannya dengan Biden? Hubungannya adalah Biden pernah mengumumkan rencananya akan mengembangkan sumber daya energy alternative, New Green Deal jika ia terpilih menjadi Presiden AS. Jelas ini optimisme global yang baik. Disisi lain, harga emas malah melemah. (b) Kedua. Saya melihat, kenaikan nikel Indonesia dan harga nikel global ini gabungan berbagai prospek dan kepentingan ya. Siap saja itu? ada 4 yang saya lihat, China, Korea Selatan, Amerika dan Jepang. Dari 4 negara ini, yang paling seksi selalu pembahasan peran TESLA dimana.

Kenapa keempat Negara tsb supply chainnya mengarah ke Indonesia? Karena Indonesia punya ANTAM dan INCO. Yes betul, ANTAM dan INCO adalah perusahaan yang digadang-gadang memiliki aset nikel terbesar di dunia dan merupakan penguasa 27% pasar nikel global saat ini.

Masalah-masalah apa sehingga nikel Indonesia menjadi kebutuhan global? Ada beberapa hal yang saya lihat, yaitu: (a) Pertama. UU Minierba Indonesia tentang larangan ekspor bijih nikel membuat seluruh Negara yang membutuhkan nikel di dunia mendekat ke Indonesia, antara lain China, Amerika, Jepang dan Korea Selatan yang saya sebutkan diatas. Apalagi China saat ini membuat NPI atau nickel pig iron, tentu membutuhkan kebutuhan bijih nikel yang luar biasanya banyak. Inilah dasar kenapa kemarin ada MOU China dengan Antam untuk hilirisasi industri batrei sebagai bentuk ekspektasi perkembangan industri masa depan. Manfaat NPI apa? Untuk pengembangan industry kendaraan listrik, sumber energi alaternatif khususnya untuk batrei dan konduktor. Oh ya, China saat ini mengembangkan program one belt one road. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kabar-kabar tentang kebutuhan nikel tidak lagi bakal artificial lagi (branding), namun prospek nikel akan ke intrinsic value.

Penutup. Mobil listrik atau electronic vehicle merupakan pilihan yang tidak biasa, pasti orang-orangnya sangat matang dan jeli melihat perkembangan. Namun saya belajar bahwa di dunia ini semua berubah sangat cepat, satu-satunya strategi yang dijamin gagal adalah tidak mengambil resiko.

Saya belajar akan suatu hal kepada mentor bisnis, bangun knowledge lapangan, senanglah dengan orang slengekan karena ia akan pasang badan (mau gak mau tanggung jawab dan kerja totalitas). Lalu cerdas, mau bisa dan berani. Kenapa? Karena tidak semua orang mau, karena tidak semua orang bisa dan tidak sema orang berani mengabil tanggung jawab dan keputusan. Itu semua yang realistis membangun knowledge lapangan yang baik.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors