Mengamati Progress INCO


Saya percaya bahwa disalah satu tempat di bumi ini ada pertumbuhan bisnis yang sedang disiapkan oleh Tuhan untuk kita, hanya bagaimana kita berikhtiar mem-follow up progress tsb dengan cara yang positif progressive dan membuat seluruh unsur organisasional berjalan degan baik.

Jelas pertumbuhan INCO akan sejalan dengan penguatan harga nikel. Di kuartal III/2020 saja laba PT. Vale Indonesia sudah naik menjadi US$76,64 juta. Di sepanjang September 2020, INCO sudah naik hingga 12,75% yoy dari US$506,46 juta menjadi US$571,02 juta. Dan yang menarik, biaya HPP produksi malah hanya naik sebesar 0,12%, ini tentu kabar yang baik karena bisa efisien dan malah menghasilkan volume produksi lebih tinggi (di masa pandemic). Penjualan nikel matte INCO juga meningkat 19.954 ton atau sebesar 56.554 ton di sepanjang Januari s.d September 2020. Saat ini saham INCO parkir di level Rp4.050/shared dengan kenaikan 12,75% yoy seperti yang saya sebutkan diatas.

Memang tidak sefantastis Antam yang 30%, namun Anda lihat saja. Setelah kejadian yang pernah saya ceritakan di tulisan sebelumnya betul-betul terjadi. Kuat kemungkinan INCO yang gentian memimpin perkuatan pasar (dibanding Antam) di sektor hilirisasi industri batrei di Indonesia.

Harga rata-rata nikel saat ini adalah US$10.556/ton, agak lebih mahal sedikit dibandingkan kuartal II/2020 yang sebesar US$9.339/ton.

Sejauh saya melihat, INCO hanya berfokus pada menjaga kinerja organisasi (operasional) berjalan stabil agar biaya operasional dan cash-out aman. Tentang apa yang akan dan sedang direncanakan INCO sama sekali masih belum disinggung, dan sebetulnya wilayah progress info itu yang paling mempengaruhi kondisi optimis pesimis perusahaan ini.

Penutup. Menjaga stabilitas operasional perusahaan adalah kunci dan penting, namun membangun progress dengan membuka kontrak MOU strategis dan semisalnya yang membuat makin cerahnya prospek bisnis inilah nyawa berikutnya, yang akhirnya sangat menentukan hari esok. Dan INCO sedang melakukan itu dengan Jepang untuk mendapatkan pasar TESLA di hilirisasi industri batrei di Pomalaa, Sulawesi.


Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors