Gadjasora Konstruksi, Harus Tumbuh Ditengah Situasi Keterbatasan Dengan Digital Marketing


Mari bersemangat kawan-kawan, raih hasil bangun progress. Saya barusan baca gelitikan kalimat bijak Oprah Winfrey, bahwa menjadi kaya itu dengan perjuangan fokus di wilayah tsb tanpa membangun jeda berhenti,  karena harapan Cuma memegang peran kecil dalam prosesnya.

Pandemic ini menjadi ujian yang berat bagi seluruh pebisnis, termasuk kita Gadjasora dan para kawan-kawan pebisnis sektor konstruksi dan properti. Pandemic ini memang menjadi semacam bandul pemberat utama ekonomi, namun kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita harus move, meningkatkan likuiditas bisnis dan bisa membangun optimisme pasar secara kita sendiri.

Gadjasora kalau diolah dengan progress dan penjualan terus menerus tentu akan menjadi macan yang kuat. Dalam kondisi ini, kita penting membangun macan tidur dalam 2 hal produk yang sudah ready. Devisi produk dalam hal ini, devisi yang bisa kita jual ke public/ konsumen. Memang apa saja itu, ada 3 hal: (a) pemasarannya, (b) proses dan tim produksinya, (c) jejaring keuangan dan investasinya. Tanpa kita melakukan apapun, likuiditas neraca bisnis ini akan tetap negatif, kering dan tidak positif.

Saya melihat masalah/tantangan Gadjasora yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana bisnis ini bisa tumbuh ditengah situasi keterbatasan. Karena ditengah keterbatasan pasti ada peluang gerak pasar, entah itu dalam perumahan, kawasan industri maupun hotel dan perkantoran.

Disamping info diatas, saya melihat ada peluang di stimulus perumahan dan bantuan likuiditas pemerintah dalam penyaluran kredit perumahan. Di level ini, saya hanya tahu saja. Ini penting ini dieksekusi, apalagi potensi GadjasoraPay bagus sekali kalau dikembangkan. Inovasi kita akan menjadi terobosan untuk problem penjualan yang dialami saat ini.

Era transformasi digital ini harus diimbangi dengan upaya perubahan gaya hidup, dan itu harus kita wujudkan dalam peningkatan order-order penjualan Gadjasora. Seharusnya, kita punya skill digital marketing yang baik. Seharusnya.


Salam,


Bahrul Fauzi Rosyidi

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Tulisan dilindungi hak cipta!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors