Batrei Portable (Berbagi Batrei), Business Model Untuk Sepeda Motor Listrik Yang Ditawarkan Saat Ini
Yang namanya
inovasi sah-sah saja ya. Asalkan linier dengan segmen pasar yang kita sasar
saat ini. Saat itu tidak linier (sesuai), maka akan hanya mengahabis-habiskan
waktu.
Konsep
berbagi batrei (batrei portable) kok saya bacanya konsep aneh ya. Tapi kalau
dilihat secara ritel pemasaran, ya lumayan feasible dalam sisi itu, yakni
berfokus pada penguasaan pasar terlebih dahulu. Urusan kualitas rendah, itu
urusan belakangan (yang penting penguasaan pasar terlebih dahulu). Kok saya
melihatnya sebuah teknologi yang dikenalkan diawal tidak andal (not-reliable)
kok saya tidak yakin (tidak melihat) itu bisa sustain/ berkelanjutan di masa
yang akan datang. Tapi Allahu alam, kita lihat dulu saja progress dan gerak
gerik pasarnya, mungkin bisa mengubah persepsi. Ini mungkin lo ya. Bagi saya,
kenapa tidak sekalian MOU JV atau JO dengan perusahaan bergengsi, sehingga bisa
memberikan pilihan produk premium atau yang lebih menjamin dibandingkan hanya
memenuhi pasar dengan barang rongsokan.
Konsep
batrei berbagi (batrei portable) adalah usulan PT Oyika dari Singapura yang
tiba-tiba ingin masuk pasar Indonesia. Masalah yang selama ini dihadapi bisnis
motor dan mobil listrik apa? (a) Pertama. over-confidence namun tidak didukung
dengan infrastruktur memadai (sembodo). Oyika pengen masuk pasar Indonesia
dengan dasar saat ini belum ada satupun perusahaan Jepang yang mau masuk ke
Indonesia untuk segmen batrei lithium, sehingga mereka melihat ini potensi
menguasai 100% pasar motor untuk kendaraan listrik. (b) Kedua. Ada banyak pihak
yang menyangsikan (cemas) dengan jarak tempuh kendaraan listrik bergradasi
batrei (makanya banyak industri mengadopsi model xxx). (c) Ketiga. Kalau sampai
ada pemberian (request) uang muka pembelian batrei yang tinggi, jelas akan
menjadi hambatan dan kendala pada adopsi kendaraan listrik. Ini sepertinya ya,
Oyika berharap bisa menjadi solusi terhadap berbagai hal masalah yang dihadapi
saat ini. (d) Keempat. Harus diakui masalah mobil dan motor listrik tidak hanya
di inovasi membuat motornya atau mobilnya tsb, akan tetapi disana ada masalah
pemasaran, lalu tentu produksinya, lalu kalau semisal SPBU tempat pengisian
batrei bagaimana itu teknisnya, lalu tentang jarak tempuh karena kecemasan
tidak ada SPBU listrik di berbagai wilayah atau tempat-tempat yang ingin
dijangkau, dan yang terakhir tentang berapada daya yang dibutuhkan apakah bisa
dicas di rumah masing-masing atau teknisnya bagaimana.
Lalu
peluangnya dimana? Setidaknya saya melihat ada 6 peluang dalam batrei portable,
antara lain sebagai berikut: (a) Pertama. Konsep Berbagai Batrei (Batrei
Portable) dipercayai bisa menekan harga sepeda motor listrik di Indonesia.
Dasarnya apa? Dasar dan alasannya adalah publik dan konsumen sepeda motor di
Indonesia tidak usah menanggung biaya batrei yang porsinya bisa mencapai 50%
dari harga jualnya. (b) Kedua. Oyika sepertinya akan mengambil segmen hanya
batrei portable untuk sepeda motor demi merambah pasar Indonesia, rencananya
akan melakukan JV (joint venture) atau JO (joint operation) dengan mitra
perusahaan strategis lokal yang ada di Indonesia, pemain lokal yang saat ini
sudah menawarkan diri ada dua, yaitu Gesits dan Viar. (c) Ketiga. Tanpa subsidi
pemerintah, sepeda motor listrik jelas akan menjadi lebih murah dan bahkan bisa
bersaing dengan motor biasa. Caranya bagaimana? Oyika melakukan JO atau JV
dengan perusahaan motor pemegang merek lokal, lalu Oyika mengubahnya
pelan-pelan dan jreng-jreng sepeda motor tsb sudah menjadi motor listrik
pintar. (d) Keempat. Saya jadi penasaran. Sebetulnya apa to produk yang mau
dijual oleh Oyika? Motor listrikkah atau inovasi batrei portable-nya. Ternyata
memang produk bisnis Oyika adalah batrei portable, maknaya dia menawarkan
batrei portable untuk di-JO atau JV-kan dengan perusahaan sepeda-sepeda motor
lokal di Indonesia, sehingga keduanya bisa jalan. Produksi motor tetap jalan,
dan batrei portable di supply dari mereka. (e) Kelima. Untuk bach pertama ini,
rencananya batrei portable akan dirakit dengan kemampuan IoT (internet of
things). Bagaimana itu maksudnya? Sayapun juga belum paham maksudnya. Sel-sel
batrei ini rencananya bakal berasal dari Murata Jepang dengan kualitas yang
bagus. (f) Keenam. Jelas dalam hal ini, Oyika tidak tahu kalau INCO melalui
Holding BUMN (MID-ID) akan memfollow-up investasi 3 perusahaan Jepang
(Panasonic, LEJ dan AESC) dengan menggadang-gadang perusahaan INCO sebagai
perusahaan dengan aset nikel terbesar di dunia. INCO ini yang akan mengejar MOU
ekslusif dengan TESLA melalui Panasonic dan Toyota, karena supply chain
Panasonic dan Toyota hasil JV bersama TESLA. Jika terhubung dengan kedua
perusahaan Jepang tsb otomatis akan terhubung dengan TESLA. Inc kan.
Dalam
kondisi ini, strategi yang harus diambil bagaimana ya? (a) Pertama. Konsep
bisnis berbagi batrei (batrei portable) sepeda motor di SPBU pengisian listrik
diyakini bisa bersaing dengan industri sepeda motor konvensional bermesin
pembakar internal. Alasan inilah yang membuat forecast penjualan sepeda motor
listrik yang kini (eksisting) hanya 0,1% dari total pasar yang ada, bisa
melesat mengikuti ekspektasi dan harapan yang ada. (b). Kedua. Konsep adopsi
sepeda motor dengan e-motorbike perlu jga diuji cobakan. Mungkin saja bisa
efektif (pun yang sedang Oyika coba lakukan). Cara berbagi batrei (batrei
portable) yang membolehkan pengendara sepeda motor listrik lainya yang mau
habis menukar dengan batrei dengan yang terisi penuh di stasiun penukaran.
Mirip praktiknya seperti pengisian bahan bakar di SPBU konvensional. Artinya,
pengendara sepeda motor listrik bisa mengisi ulang batrei yang sudah habis.
Dengan demikian, sistem batrei portable bisa menggantikan penggunaan bensin
motor konvensional dan bisa mengurangi beban APBN pemerintah, pun biayanya
menjadi lebih murah.
Penutup. Saya
melihat inovasi merupakan bahan keberanian. Faktanya yang berani yang
berinovasi, dan organisasi atau tokoh yang inovatif akhirnya yang jadi rujukan
organisasi lain.
Salam,
Bahrul Fauzi
Rosyidi
Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan
dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar