Mencari Obat Puyeng IHSG
Istilah gampang saya tentang kondisi baik buruk adalah jika hari ini Anda pikir hujan dan ternyata hujan, maka jangan heran jika besoknya tidak hujan. Karena jatah hujan hari esok mungkin sudah dipindahkan di hari ini, ojo kemaruk, syukuri dan ikhlas. Benahi cara berpikir, fokus berpikir jernih dalam kondisi hari ini. Yang paling utama, jaga optimisme pasar, bangun mindset dengan basis data. Pastikan kolaboratif, bisa berbagi dan arahnya bisa terealisasi dengan baik.
Menurut Anda, apa pemberat utama dalam pasar maupun hari-hari kita saat ini? Yes, pemberat utama pasar dan kita saat ini adalah pandemic Covid-19. Apakah kendala dan masalah utama IHSG selalu itu? Tidak juga. Di kondisi sekarang yang banyak orang berpikir negatif, ternyata beberapa sentimen lainnya juga berpeluang positif mengerek naik IHSG. Apa itu? Contoh, UU Cipta Kerja yang ricuh pekan lalu, meski sempat ricuh mengalami penolakan hingga berujung ramai ricuh disana dimari, eh terbukti ada angin segar, pelaku pasar merespon positif dan pelaku pasar semakin berani masuk ke pasar dalam negeri. Tapi statemen ini juga membuat saya berpikir terbalik. Hmm, dan ini berat. UU Cipta Kerja yang kemaren itu walaupun berpengaruh positif ke bursa, apakah pengaruh positif itu dari pelaku pasar/ investor asing atau dalam negeri? Jangan-jangan tetap ada tendensius khusus lebih memihak pelaku pasar asing dibandingkan domestik. Itu kritik pribadi saya.
Kita alhamdulilah bersyukur, di sisa bulan menuju akhir 2020, IHSG cenderung bergerak positif menguat di sisa bulan ini. Kenapa seperti itu? Kayakya orang-orang public tahu, bahwa perusahaan tidak dalam kondisi bsinis yang buruk, tapi suasana Covid inilah yang membuat tidak kondusif. Oeh karena itu, saran saya mending Anda-anda pelaku pasar lakukan cicil beli (Buy) saham saja dulu. Kenapa? Karena kedepan saham-saham bagus tsb pasti akan naik harga sahamnya. Dan percaya tidak percaya, proses mencicil bali saham, cukup membuat kinerja harga saham bergrafik pelan-pelan positif menaik.
Oke, agar kita jernih berpikir. Apa saja masalah pasar kita hari ini? Kalau ngomongin masalah, jelas banyak sih ya. Nominasi Indonesia sebagai penyandang total kasus Covid terbesar di Asia Tenggara, cukup memberatkan gerak pasar Indonesia. Penyabet nominasi kedua adalah Filipina. Predikat Indonesia inilah membuat sentiment pasar dunia agak takut dengan Indonesia, dan ini jelas berdampak buruk ke IHSG berupa sulit move-on dan menguat. Tapi karena seragam, Eropa Amerika yang kewalahan dengan pandemic ini, kita tidak sendiri-sendiri bangetlah menghadapi situasi pelambatan ekonomi saat ini. Sudah ada penawarnya belum? Karena tetap bandul pemberat ekonom kita saat ini jelas pandemic Covid-19. Ini kabarnya, Johnson & Johnson malah menghentikan ujicoba kandidat vaksin tahap akhirnya. Kenapa? Ini terjadi setelah ada laporan timbulnya efek samping yang belum bisa dijelaskan secara medis. Dan ini malah menyeramkan. Saya pikir, kita harus mencari solusi karena pandemic ini betul-betul mempengaruhi semua orang, semua relung stakeholder dan pelaku pasar.
Bayangkan saja, penanganan buruk dan solusi yang tidak kunjung muncul. Maka, membuat gesekan IHSG tidak bisa bertahan lama positif.
Penutup. Cara pandang kita dan pasar yang positif memang akan membuat hidup kita tegar, tabah dan lempeng. Dan, senantiasa penuh dengan harapan.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi
Universitas Gadjah mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar