Membangun Sektor Otomotif Andalan
Saya fikir, sangat setuju jika iklim pasar kita harus ditumbuhkan ekosistemnya yang memacu kegiatan bisnis bersama. Oleh karena itu, kolaborasi haruslah ada. Tentu, support pembangunan infrastruktur bidang telekomunikasi dan industri otomotif sangatlah ditunggu-tunggu.
Kenapa seperti itu? Jelas karena kedepan industri2 ini bakal mengandalkan piranti2 cerdas yang harus tersambung ke seluruh jaringan2nya. Digitalisasi kedepan sudah tidak bisa dibendung kembali.
Saya fikir jelas ya sektor otomotif andalan akan meningkatkan gairah kredit keuangan yang bertumbuh. Namun saya minta, janganlah point kredit yang dikejar2 oleh kita, funder. Kasian kepada teman2 kecil kita yang sedang bertumbuh. Lihatlah mereka dari sudut pandang yang lebih futurist dan manusiawi kedepan. Even, data tentang kredit dari Bank BCA jelas sekali menunjukkan ada sebesar 99,58% saham BCA Finance keseluruhannya dibuat untuk penyaluran kredit kendaraan bermotor. Yakni ada sebesar Rp 45triliun glontoran dana untuk sektor ini tahun 2018.
Menarik ya?! Glontoran dana BCA terhadap ini secara konsolidasi tahun 2018 ada sebesar Rp512 triliun. Dengar2, BCA tahun ini menargetkan kredit kendaraan bermotor tumbuh 3-5%. Hehe sebuah angka yang fantastis, yang membuat kita para funder/ investor dan pebisnis mikir. Ternyata ada segmen pasar yang semenarik ini.
Untuk menyeimbangkan data saja. Sebagai bentuk mencerahkan pikiran sbb: Bahwa data Kementrian Perindustrian menunjukkan ada produksi kendaraan roda 4 atau lebih, sudah mencapai 1,34 juta unit atau setara dengan USD 13,76 milyar dollar untuk tahun 2018. Untuk data ekspornya mencapai 346.000 unit atau setara dengan USD 4,76 miliar dollar. Untuk growth yang diinginkan tahun ini adalah sekitar 400.000 unit. Rencananya, akan ada sekitar 20% total produksi nasional tahun 2025 untuk kendaraan listrik. Kenapa 20%? Ini karena diharapkan kendaraan listrik bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% sekaligus bisa menjaga kemandirian energi.
Saya fikir kedepan harus ada inovasi pajak. Berupa pajak yang mendukung daya kembang industri sektor otomotif andalan ini. Berupa apa? Salah satunya: pengurangan beban pajak bagi industri komponen otomotif. Kalau bisa pengurangan pajak tsb didalam jumlah yang besar (super deductible tax).
Saya melihat, kita harus membuat program pengembangan kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle (LCEV). Tujuannya: (a) kendaraan hemat energi dengan harga terjangkau (LCGC), (b) kendaraan listrik, dan (c) kendaraan dengan bahan bakar fleksibel/alternatif.
Untuk gambaran pengembangan internasional, saya melihat pemerintah haruslah membuat MoU internasional yang jelas. Agar membuka pasar baru bagi pengusaha otomotif lokal di Indonesia. Apa itu? salah satunya PTA atau perjanjian perdagangan preferensial dan kemitraan ekonomi komprehensif yang jelas (preferential tariff agreement and comprehensif ecoomic partnership agreement).
Kedepan, biar ada perluasan pasar pasar yang jelas dan bisa dijangkau.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar