Team Dan Virus Produktif


Jika setiap anggota tim saling menguatkan ego dan menarik kaki masing-masing dari energi kolaborasi dan kerjasama, maka masing-masing anggota tim akan terpisah dari kekuatan kerjasama dan hanya mampu berdiri sendiri tanpa memiliki kekuatan yang besar. Faktanya, tidak banyak yang dapat kita lakukan sendirian, sangat banyak yang dapat kita lakukan bersama-sama. View point-nya adalah “kita semua membutuhkan orang yang akan memberi tanggapan. Itulah cara kita memperbaiki”.

Sama juga tentang virus produktif. Virus produktif itu “mengedepankan bukti dibandingkan wacana”. Kenapa? Karena bagi siapapun (negara, organisasi, perusahaan, seseorang) yang menginginkan hasil yang menggembirakan. Maka ia harus melewati kelelahan akibat kerja. Sudah menjadi syarat pasti itu. Kita harus punya elemen progresif. Apalagi sebagai generasi muda.

Makanya, sebagai generasi muda harus memberi warna, pencapaian2 besar dan ada tujuan2 nasional, agar kerjakeras bisa menjembatani hasil, hasil rebusan mimpi dan kenyataan.

Kita fair saja, prinsip Presiden Joko Widodo ttg productiveness menunjukkan bahwa “kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya akan menghasilkan alasan" terbukti sangat efektif. Tapi tetap yaa, semua hal diatas harus tetap dicantolkan kepada Allah Swt.

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors