Murah, tetapi Omzet Triliun. Bisnis Apakah Itu? Yes, Batubara Salah Satunya
Publikasi barusan membuat saya berpikir bagaimana action yang tepat merambah sektor batubara untuk strategi hedging (lindung nilai) bagi perusahaan holdingan yang sedang dibentuk.
Memang saya bukan baru tentang dunia dan data2 ini, bahkan pernah bersinergi dengan pebisnis batubaranya. Walaupun bisa dikatakan "kelas krece", tetapi akhirnya saya cukup tahu beberapa hal dan banyak. Untuk target operasi, lumayan lah kalau hanya 6rb-8rb matrik ton perbulan pasti dapat.
Niat awal jelas memang untuk dakwah bil ekonomi dan konglomerasi holding, kalau mau jujur saat ini itulah misi utama. Niat kedua adalah sebagai sarana lindung nilai (hedging) yang sebagaimana Bakrie lakukan dengan KPC (Kalimantan Prima Coal) nya dan beberapa perusahaan tambang batubaranya dan Uno serta pengusaha konglomerasi lainnya. Yang faktanya, bisnis inilah yang banyak meleverage (mendaya ungkit) anak2 perusahaan/usaha lainnya yang njeplok dan akhirnya meroket naik akibat hanya perubahan turun naik harga batubara.
Yang sebelumnya kita mungkin holding company banyak utang dan harga batubara stabil plus produksi kita hanya 8rb an matrik ton. Ehh..mak bedunduk, tiba2 harga batubara naik menjadi USD120 per matrik ton dari harga rangkaan USD 35 lalu menaik USD69 dan menaik hingga USD120 yang membuat kita kaya mendadak, tanpa ngapa2in yang berarti, tanpa kerja capek, dan efisien waktu, dengan tetap jumlah produksi kerjanya seperti biasa (6rb-8rb matrik ton/bln). Tapi tiba2 di saldo tabungan bank valas/dollar kita sudah melompak triliunan saja jumlahnya. Hutang yang tadinya bikin kemeng mumet cara bayarnya, tiba2 tinggal sebutir debu yang tinggal ditiup dan lunas. Hehe ilustrasinya seperti itu.
Apakah semudah itu? Bagi saya iya. Semudah itu. Eh, jangan ngentengin Mas. Resikonya banyak lo. Ya pasti akan ketemu resiko lah. "High risk high return, low risk low return". Ini tentang cara pandang dan preferensi resiko masing2 orang. Jadi santai saja. Saya melihat, selama kita punya manajemen, tim RnD dan tim jagoan yang reliable bisa dipercaya dan hebat. Apa to yang gak bisa kita lakukan?!
Ada yang mengatakan big business is powerful, but small is beautiful. Yes. Betul. Tapi segmen saya di yang big. Saya fokus disitu (di keahlian itu). Gagal coba lagi, gagal coba lagi, gagal coba lagi, gagal coba lagi. Ulangi dan lakukan itu sampai berhasil.
Ingat, kita belajar dari pesaing kita. Tapi jangan pernah menirunya plek 100%, kita harus pelajari, tiru dan improvisasi. Rumusnya, cari tahu cara masuknya. Cari tahu cara menangnya.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!
=====
Lampiran publikasi:
IPOT
Harga batubara termal patokan Australia melonjak 40 persen sepanjang tahun ini, menembus USD120 per metrik ton untuk kali pertama sejak 2012, demikian laporan CNBC , Kamis (12/7).
"Kami pikir lonjakan harga batubara menjadi respons terhadap musim panas yang luar biasa panas di China dan pertumbuhan ekonomi yang solid pada semester pertama tahun ini," kata Caroline Bain, Kepala Ekonom Capital Economics.
Musim panas yang lebih panas dari biasanya mendorong permintaan pendingin ruangan (AC).
Gelombang panas juga mengeringkan penampungan air, memukul produksi dari pembangkit listrik tenaga hidro, yang merupakan sumber utama energi terbarukan di China.
Berkontribusi terhadap krisis pasokan tersebut adalah penurunan secara luas pada produksi batubara domestik dalam beberapa tahun terakhir karena upaya China untuk membersihkan kondisi lingkungannya.
Semua faktor tersebut berkontribusi terhadap permintaan impor batubara yang lebih besar.
Permintaan China Tinggi, Batubara "Selamat" dari Tekanan Perang Dagang https://goo.gl/DNnxQn

Komentar
Posting Komentar