Mainin IPO Di Perusahaan Kita Yuks!
Kalau kita punya holding company atau perusahaan potensial dengan market value dan potensi pasar yang bagus, saya fikir penting sekali ya kita mempertimbangkan untuk di-Go Public-kan dan di-IPO kan. Hal ini penting sekali untuk likuiditas dan pengetatan likuiditas perusahaan kita saat ini dan dimasa yang akan datang.
Saat ini kondisi pasar modal Indonesia cenderung liquid. Artinya
apa? Artinya adalah cerminan kinerja IHSG didalam proforma yang baik (trend peningkatan).
Dengan kita melakukan IPO, ya minimal operasional agar berjalan
lancar lah. Tipsnya, kita bisa lepas 30% saham dari 100% (70% masih dipegang
menjadi saham mayoritas) di BEI. Nah, pendapatan dari pasar modal ini nantinya
bisa kita gunakan untuk dana ekspansi atau investasi.
Apalagi kondisi ekonomi Indonesia saat ini bertumbuh positif
di 5,1% - 5,3% tahun ini. Saya fikir ini adalah kesempatan yang bagus.
Sektor-sektor yagn menarik untuk IPO saat ini adalah sektor
konsumsi, pertambangan, batu bara, migas, dan sektor infrastruktur.
Nilai emisinya memang rata-rata berapaan? Rata-rata nilai
emisi adalah masih dibawah Rp100 milyaran, sedangkan ada potensi pendapatan
lebih dari Rp100 milyar hingga Rp500 milyar.
Saya setuju dengan kata bijak tua tentang investasi bahwa
investasi itu tidak hanya berbicara uang, tapi investasi itu kita berbicara
tentang cara melahirkannya (to earn it),
berbicara tentang bagaimana cara memproduktifkannya (works for you), dan tentang bagaimana cara investasi tsb untuk
diwariskan kepada penerus-penerus kita di masa yang akan datang (generations you keep it for), kalau
perlu hingga 8 generasi kebawah lebih dengan sistem yang sustain.
Pasar modal, dalam hal ini bisa membantu kita menjadi
jembatan (bridge) alternatif dana murah namun lumayan banyak.
#investment is not how
much money you make, but how much money you keep, how hard it works for you,
and how many generations you keep it for.
Salam,
Bahrul Fauzi Rosyidi,
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar
Posting Komentar