Strategi Kepemilikan Silang Di Anak Perusahaan Holding Menarik Juga Dijadikan Skenario Strategi Holding Yang Smart

 

Saya melihat strategi kepemilikan silang di anak perusahaan holding bisa juga (penting) untuk menjaga efisiensi dan produktivitas perusahaan induk (holding company). Kita perlu melakukan kajian strategis kepemilikan silang (cross ownership) dalam rangka sinergi dan link and match antar anak usaha guna menyetarakan standard layanan (service standard) dan produktivitas profit didalam usaha tsb.

Tentu dalam strategi kepemilikian silang (cross ownership) ini, hal yang harus diperhatikan adalah penyertaan modalnya. Karena ini bakal mengubah peta stabilitas struktur modal anak usaha tsb, pun dengan struktur modal perusahaan indukan (holding) karena mungkin bakal ada banyak investasi-investasi infrastruktur lainnya yang dilakukan demi mensukseskan motif efisiensi manajerial, performa optimal kepuasaan manajerial, dan produktivitas profit yang dikejar melalui cross ownership ini.

Strategi kepemilikian silang (cross ownership) bisa juga dengan cara agresif, yaitu rencana akuisisi. Namun bila dianggap terlalu costly secara manajemen, bisa juga dilakukan pembelian saham dengan kebijakan integrasi manajemen dan supply chain di level operasional dua perusahaan tsb, walaupun sama-sama ‘hidup’ di satu ‘payung indukan’ yang sama (holding).

Kenapa juga strategi kepemilikian silang (cross ownership), apa pentingnya strategi/ pendekatan ini? Karena menurut saya, dengan cross ownership agar ada rasa memiliki, atau lebih jauh dari itu yakni misalnya wacana untuk mengambil share daripada satu perusahaan tsb membuat anak perusahaan yang baru (makanya, daripada bikin yang baru, mending akuisisi perusahaan dalam sektor yang diinginkan demi memperlancar kebutuhan operasional teknis yang diincar perusahaan saat ini, walaupun itu punyanya satu holding yang sama).

Namun daripada itu, satu hal yang harus diingat dalam cross ownership, yakni: langkah ini dipastikan harus menguntungkan bagi perusahaan. Menguntungkan bisa dalam profit akibat aktivitas operasional bisnis usaha tsb, ataupun profit akibat dibayarnya jatah deviden perusahaan.

Memang benar, jagoan strategi zaman ini yang paling efektif adalah sinergi melalui link and match serta community based yang dimotori oleh fast respond agar kedepannya kita sebagai industri bisnis yang bertengger dipapan atas percaturan bisnis Indonesia, bisa tetap bisa mempertahankan posisinya dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman ini dan dimasa yang akan datang.

Penutup. Ingatlah, sebagaimana dunia ini, 'tangan' kita tidak akan mampu dan bisa mengubah 'mata angin', tapi ingatlah bahwa kita bisa menyesuaikan 'pelayaran' kita untuk selalu sesuai dengan nilai luhur yang kita miliki, plus tujuan mendasar mengapa kita melakukan hal itu.

Sehingga, hal lain yang harus diingat sebelum mengetahui 'arah angin' adalah kita sudah harus dan selesai dulu dengan arah, tujuan dan sasaran yang jelas. Tanpa arah, tujuan, sasaran, dan action plan rencana meraihnya yang jelas, kita hanya akan jadi seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan di tengah lautan. Ngambang, tapi sampah.

Salam,

Bahrul Fauzi Rosyidi
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Tulisan dilindungi hak cipta!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Era Spin-Off Dimulai

Menjadi CFO Sebagai Strategic Enabler Yang Hebat

About The Authors